Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SAAT SUAMIKU SIBUK MENAFKAHI JANDA KAKAKNYA

SAAT SUAMIKU SIBUK MENAFKAHI JANDA KAKAKNYA

Aku yang tak pernah naik pesawat bahkan tidak tahu cara mengikatkan sabuk pengaman, untungnya kru pesawat membantuku dengan ramah. Kami menginap di sebuah hotel pedesaaan di Swiss, hotel pondok dengan fasilitas yang tak pernah kulihat di Indonesia. Panjangnya sangat besar dan empuk, dari jendela kamar yang lebar aku bisa melihat hamparan padang rumput yang memanjakan mata lalu barisan hutan cemara di sisinya. Di sudut lain, ada hamparan bunga krisan dan pompom yang sedang bermekaran, palet warna pink dan orange membuatku tak hentinya berdecak kagum. Masya Allah indah sekali. "Kau bahagia."
1061.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sajak sunda hujan
Baca
+Pustaka
Supirku Sayang

Supirku Sayang

Tak terasa setelah menghabiskan waktu di laut, baik dengan boat ataupun diving, menikmati keindahan panorama alam bawah laut, hari pun beranjak sore. Sheila sesekali mengecek ponselnya. Berharap bila Zaid menghubunginya dan mengajaknya pulang. "Kau nampak gelisah, " sapa Damar. "Eh, nggak. Aku hanya memeriksa komentar netizen di medsos," sahut Sheila sembari memperlihatkan foto mereka berdua di akunnya. "Lucu-lucu komentarnya. Follower kamu banyak juga," seru Damar.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai sajak sunda hujan
Baca
+Pustaka
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

Ada perasaan tak nyaman menggelitik hatinya. “Bismillah…” gumam Sita, meletakkan sendok lalu berdiri. Ia mengambil piring, menyendok sebagian lauk dari meja — sepotong ayam goreng, tempe orek, dan sambal — kemudian melangkah keluar. Dua ketukan pelan di pintu kayu rumah Mak Asih membuat langkah di dalam terdengar. Tak lama, pintu terbuka, menampilkan sosok Mak Asih dengan senyum ramahnya.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai sajak sunda hujan
Baca
+Pustaka
Putriku Bukan Barang yang Bisa Dipinjam

Putriku Bukan Barang yang Bisa Dipinjam

Seolah mengerti akan kesedihannya saat itu cuaca yang sejak tadi pagi sudah mendung, kini benar-benar turun hujan. Kala itu Dara sontak saja langsung berlari ke bawah pohon rindang. “Abang neduh dulu!” teriak Dara yang kala itu beradu dengan derasnya suara hujan. “Sudah kubilang pulang aja, malah ngikut. Mana kuncinya!” “Mau ke mana?” Kala itu Saka malah menaiki motor. “Ayo!” teriak Saka.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai sajak sunda hujan
Baca
+Pustaka
Di Bawah Selimut Tetangga

Di Bawah Selimut Tetangga

Namun, di tengah perjalanan hujan deras mengguyur Jakarta membuat suasana menjadi dingin. Suara gemuruh guntur bersahutan di langit Jakarta yang mendadak pekat. Hujan turun begitu masif, seolah langit tumpah dalam sekejap, menciptakan tirai air yang menghalangi pandangan. Wiper mobil SUV Sagara bekerja maksimal, namun jarak pandang tetap tidak lebih dari dua meter. "Sa, pelan-pelan. Bahaya banget ini," gumam Aruna cemas sambil mencengkeram sabuk pengamannya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai sajak sunda hujan
Baca
+Pustaka
NIKAH? TAPI BOHONG!

NIKAH? TAPI BOHONG!

Hujan yang mengguyur kota Jakarta malam ini cukup deras. Sesampainya Sitta di resto yang dia tuju, hujan tak kunjung berhenti juga. "Lo ada payung nggak, Ndi?" tanya Sitta begitu Andi selesai memarkirkan mobil. "Ada nih satu, lo pakai aja gih duluan, gue mau beli rokok dulu, Ta," kata Andi saat itu.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai sajak sunda hujan
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

tambah bu Sumirah berharap bule yang datang lagi ke warungnya ini paham apa yang ia ucapkan. Zander pergi, kembali masuk ke dalam taksi yang meninggalkan pasutri penjual bubur enak yang rasanya juara. "Di sini lagi musim hujan, Sir, akhir bulan ini lagi puncak-puncaknya," ucap supir taksi dengan bahasa Inggris seadanya. "Apa di Amerika juga ada musim hujan, Sir?"
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai sajak sunda hujan
Baca
+Pustaka
Terjerat Takdir Tuan Saka

Terjerat Takdir Tuan Saka

Saka dengan cepat meraih sisa tas belanjaan yang Arum bawa dan menarik tangannya untuk berlari dengan cepat. "Ayo cepet masuk! Astaga... perasaan tadi cerah!" gerutu Saka dengan kesal. Keduanya kini sudah duduk di dalam mobil, dengan baju basah karena guyuran hujan. Sebelum menyalakan mesin, Saka menarik beberapa lembar tisu untuk mengelap tangannya yang basah. Wajahnya tertekuk, terlihat sangat kesal. Ia membuang tisu itu ke kantong kecil lalu mengomel. "Udah saya bilang jangan lama-lama liat snack, masih aja kepala batu. Tuh, kena hujan, kan? Kalau masuk angin gimana?"
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai sajak sunda hujan
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Primadona Desa

Dokter Ajaib Primadona Desa

Dia sudah terbiasa dengan kebiasaan Tirta yang sering bercanda. Sebaliknya, dia malah tampak agak kecewa karena Tirta tidak makan tumis kemaluan sapi tadi. Setelah memutar bola matanya, Susanti melanjutkan, "Jangan buang waktu lagi, sore nanti kemungkinan hujan. Ayo cepat ke gunung, biar nggak kehujanan saat pulang." "Oke, ayo cepat berangkat," jawab Tirta sambil melirik langit yang mulai mendung.
9.43.3M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124.6K kali sebagai sajak sunda hujan
Tampilkan Ulasan (276)
Baca
+Pustaka
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
TERPAKSA NIKAH SMA

TERPAKSA NIKAH SMA

Sangat nikmat sekali ketika di santap saat hujan begini. "Jun, kayaknya lo belum bisa balik nih? Lo bawa motor kan tadi? Mobil gue juga lagi di pake supir gue, katanya bini dia lahiran." Arjuna mengangguk paham. "Iya. Gue ngga bawa jas hujan. Lo punya?" "Sorry, Jun. Ngga ada juga, biasanya gue taru di mobil itu." "Lo nginap aja?" tawar Sadewa.
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 631 kali sebagai sajak sunda hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status