Terjerat Takdir Tuan Saka
Saka dengan cepat meraih sisa tas belanjaan yang Arum bawa dan menarik tangannya untuk berlari dengan cepat.
"Ayo cepet masuk! Astaga... perasaan tadi cerah!" gerutu Saka dengan kesal.
Keduanya kini sudah duduk di dalam mobil, dengan baju basah karena guyuran hujan. Sebelum menyalakan mesin, Saka menarik beberapa lembar tisu untuk mengelap tangannya yang basah. Wajahnya tertekuk, terlihat sangat kesal. Ia membuang tisu itu ke kantong kecil lalu mengomel. "Udah saya bilang jangan lama-lama liat snack, masih aja kepala batu. Tuh, kena hujan, kan? Kalau masuk angin gimana?"