Lelaki Pemalu dan Calon Dokter
Sri ikut membantu.
“Kita ke dokter, ya, Mas?” tawar Sri. Wanita cantik itu mengangguk, serius menatap Alqi.
“Ehhh, jangan, Mbok.Terima kasih, Bu. Tapi biarkan saya istirahat dulu, semoga besok entengan,” tolak Alqi halus.
“Loh, beneran, Mas? Nanti kalau nambah parah gimana?”
“Ehm, tunggu saja dua hari lagi, Mbok,” jawab Alqi lemah, suaranya terdengar serak. Ia kemudian terbatuk-batuk.
Hot Chapters