Jangan Remehkan Aku, Mas!
Aku langsung menghela nafas kasar sambil berkata, "Mas, kapan sih kamu ada waktu untuk aku dan Aira? Saat kamu pulang cepat gini kamu lebih memilih keluar nongkrong, apa aku dan Aira gak begitu penting dalam hidup kamu?"
"Setiap hari juga kita ketemu, kalau teman-teman aku kan nggak. Lagian aku juga gak bakalan bermalam di sana," jawabnya dengan nada ketus.
"Tapi, Mas ..."
Belum sempat aku menyelesaikan sanggahanku, tiba-tiba saja ia memotongnya dan berkata, "Sudahlah, gak usah banyak protes. Kamu kalau mau nongkrong sama teman-teman kamu juga silakan, aku gak ngelarang. Sekalian tanya lowongan kerja kantoran, aku malu punya istri yang kerjanya buruh cuci di rumah orang lain!"
Hot Chapters