ASI Untuk Bosku
“Permisi…”
Pintu terbuka perlahan. Seorang perempuan muda muncul di ambang pintu—kulit kuning langsat, wajah datar, dan mata yang tajam mengamati Elina dari ujung rambut hingga kaki.
"Maaf, kamu siapa?" tanya perempuan itu, suaranya datar, namun matanya penuh kewaspadaan.
“Saya Sari, pembantu baru di rumah ini,” sambungnya cepat, seolah tak memberi celah.