Jodoh Malaikat Pelindung
sejenak ia mengambil napas, ditatapnya wajah Sasa yang mendengarkan sambil sibuk membalut lukanya.
"Ada ceweknya nggak?" gumam Sasa tanpa menaikkan pandangan pada suaminya.
"Ada," jawab Badai cepat. "Mereka lebih kayak pabrik anak yang nantinya bakalan dicetak jadi OKB muda siap mati demi pemberontakan mereka," ungkapnya.
Kali ini, gerakan Sasa terhenti. Ia letakkan perban dan salep luka di tangannya di atas meja tamu. Tatapan penuh curiga itu menusuk hingga ke jantung Badai, tak bisa dielakkan.
Hot Chapters