Satu Malam Bersama Adik Suamiku
“Ya, itu benar-benar momen yang tak terlupakan. Dan lihat, Aruna sudah besar sekarang, dan kita masih bersama di sini.”
Mereka duduk di bangku yang sama, menatap danau yang masih setia memantulkan sinar matahari. Adrian mengeluarkan buku catatan mereka, membuka pada halaman yang tertulis beberapa hari yang lalu.
“Lihat ini,” ujarnya, menunjuk pada impian yang tertulis. “Aku ingin kita sering datang ke tempat ini, bahkan saat kita sudah beruban.”
Ayla membaca tulisan itu, matanya lembut. “Kamu selalu pandai membuat momen kecil kita terasa begitu berharga, Adrian.”
Hot Chapters