Aku yang tak mengerti cinta
Dia menepuk Pundak, pada saat aku menoleh, telah mengenaliku.
“Siva … kamu mau kemana?”
“E ….”
“Bingung ya? Jangan takut! Kamu Siva anaknya Mira, kan?”
“Iya, Tante maaf, Siva mau pergi.”
“Eh kok buru-buru … Tante mau tahu kabar kamu dan Ibumu. Dengar-dengar, kamu dan Ibumu, maaf, tidak baik ya hubungannya?”
“Hah?” bukan membantuku mendapatkan petunjuk untuk aku bisa segera sampai ke jalan raya, tetapi berbicara yang membutaku tidak suka, “eh, Tante tanyakan saja ke Ibu ya!”
Sikat na Kabanata