Ternyata Jodoh Selalu di Sampingku
lanjut Farel.
Alisa tersenyum.
Senyumannya tipis, tetapi menusuk hati Farel seperti pisau.
"Farel, kamu tahu posisiku, tapi kamu selalu lebih memilih Nia," ucap Alisa pelan.
Dia melanjutkan, "Meski kamu nggak mencintainya, kamu tetap menyakitiku. Itu nyata."
"Di masa itu, aku sudah perlahan melupakan rasa sukaku padamu."