Lebih dari selamanya
Ia tampak terpukul melihat keadaan Sinta semakin hari semakin tidak keruan.
"Aku tau Roy, kau pasti sedih melihat ibu Sinta selalu diwarnai kecemasan. Kau sabar saja. Lambat laun, ibumu akan mengetahui kebesaran hatimu," kata Psikiater menenangkan hatinya.
"Sampai kapan, dok? Dari dulu ibu lebih menyayangi Juna karena memang aku ini anak haram."
"Kau tidak boleh berkata seperti itu, di dunia ini tidak ada yang namanya anak haram. Semua anak adalah titipan Allah."