Pembalasan Sang Dokter Jenius
Ia tampak tenang, seolah baru saja menyelesaikan tugas rutin, bukan baru saja merenggut nyawa seseorang.
Ia mengambil sebuah ponsel satelit dari sakunya, jenis ponsel yang sulit dilacak, dan menekan sebuah nomor panggilan cepat. Panggilan itu tersambung hampir seketika.
“Lapor, Tuan,” katanya, suaranya datar, tanpa emosi, terlatih untuk tidak menunjukkan apapun. “Target kedua, si dukun kecil itu, gagal.”