Pernikahan tanpa Bahagia
“Kau tahu, aku tidak pernah berpikir cinta harus datang dengan janji atau genggaman tangan. Kadang cukup dengan mengerti, dan diam di samping seseorang yang juga mengerti.”
Laras tersenyum, matanya menatap laut. “Mungkin itu kenapa aku tidak pernah merasa ingin pergi dari sini.”
Dan memang, tidak ada yang perlu dikejar lagi.
Setiap hari datang dengan keindahan kecil yang baru — suara ombak, aroma kayu basah, angin laut yang membawa suara burung camar.
Mereka bekerja, menulis, memotret, dan sesekali menerima tamu: orang-orang yang ingin beristirahat dari kebisingan kota, yang datang membawa cerita dan pulang membawa ketenangan.
Bab Populer