PESONA ISTRI NAKAL CEO
Hanya lampu meja yang ia nyalakan, cahaya kuningnya jatuh tepat ke permukaan kayu mahoni yang mengilap.
Abian duduk tegak di kursi kebesarannya, tatapannya terpaku pada layar laptop yang menyala redup. Tangannya meremas lengan kemeja, menyalurkan ketegangan yang mengendap di dadanya. Dengan gerakan mantap namun berat, ia membuka aplikasi terenkripsi, jalan masuk ke rahasia yang hanya ia dan satu orang lain pahami. Lalu, muncul sebuah nomor di daftar, nama samaran yang selalu menjadi senjata pamungkasnya.
Tak lama, suara berat yang sejak lama menjadi jembatan antara keinginannya dan kenyataan menyapa dari seberang. “Selamat malam, Tuan.”
Hot Chapters