Semalam Bersamamu
Namanya mengalir begitu saja dari bibir sebelum meraih, menikmati kelembaban indra pengecapnya yang selalu kuinginkan.
"Teruskan, Lingga ...."
Lingga? Dia bukan Sara. Namun, setiap sentuhan yang mendarat di permukaan kulitku semakin menggelitik hingga ke bawah sana.
Tarikan yang kurasa menyentak pinggang, membebaskan benda sakral yang kerap tersembunyi.
"Ternyata memang gedong, Jeng."
"Wah! Aku juga mau kalau begini."