Bara Dendam Sang Prabu Boko
Rasa dingin lembaran daun lontar itu menjalar di telapak tangannya, seakan membisikkan cerita berabad-abad lamanya.
“Panukuh,” Wiku Sasodara memulai, suaranya tenang namun mengandung otoritas yang dalam, “kau kembali ke bhumi ini bukan hanya untuk merajut kembali benang-benang kedamaian dalam sanubarimu setelah perjalanan panjang yang penuh liku di negeri-negeri nun jauh di seberang samudra. Sesungguhnya, perjalananmu ke Pāla dan kembali ini adalah bagian dari takdir yang lebih besar, untuk menuntaskan sebuah amanat luhur, sebuah tugas suci yang, demi kehendak Ilahi dan campur tangan karma, tertunda di masa lampau.”
Chapitres populaires