KEMBALINYA SANG RATU
Petani, nelayan, anak-anak muda, bahkan beberapa profesor idealis berdiri dalam barisan.
Mereka membawa spanduk bertuliskan: "Bebaskan Sinta. Tanah untuk rakyat."
Di belakang mereka, suara drum bambu dan teriakan semangat menggema.
Lintang berdiri di mimbar kecil, wajahnya tegas:
"Hari ini kita membela seorang ibu. Tapi sebenarnya, kita membela semua ibu—ibu kita, ibu bumi, ibu peradaban."