Jurnal Sang Dokter
tanyaku yang berusaha menyimpan semua perasaan khawatir.
“Dok, hmmm, dokter, saya ingin berkonsultasi,” ucap wanita yang diperkirakan berusia empat puluh tahunan, masih terlihat segar dengan tubuh sintal, bersih dan aku bisa mengatakan bahwa dia cantik.
“Iya, tentu saja, silahkan,” ucap Romansa seraya tersenyum.
“Apa dokter bisa menjahit selaput dara?” tanya wanita itu. Mendengar hal itu, aku tersentak kaget, aku benar benar tidak percaya dengan apa yang aku dengar. Menjahit selaput dara? benarkah?.