Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Proper Motion

Proper Motion

“Kemas itu, loh, Kemas Anggara. Host-nya Tangga Nada.” Kalimat yang mengandung berbagai kata asing itu serasa berputar di kepala Samita. Perempuan itu mengernyit lalu menggelengkan kepala, seolah sedang mengusir seekor serangga yang tengah berdengung di dekat telinganya.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as semata-mata
Read
+Library
Friend With Benefit

Friend With Benefit

gumamnya menatap Mecca yang sudah berjalan menjauh. Disisi lain, tak hanya Mecca yang dipusingkan dengan jatuh tempo hutang ibunya, si kembar juga merasakan hal yang sama. Mereka berdua duduk di bangku taman dengan tatapan kosong. Banyak mahasiswa yang hilir mudik dan beberapa menyapa, tapi tak ada yang berhasil membuyarkan lamunan keduanya. Getaran ponsel di saku celana Matthew berhasil membuatnya bergerak, tapi ia tak berniat menerima panggilan tersebut setelah melihat nama kontak yang tertera. “Lebih baik kita masuk sekarang, Matt. Setidaknya dengan kita giat belajar tidak akan membuat usaha kakak sia-sia,” ajaknya pada Matteo.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as semata-mata
Read
+Library
Istri Pengganti Tuan CEO

Istri Pengganti Tuan CEO

seru Alia Saat mereka berdua berjalan masuk ke dalam kampus, Meta memandang Alia dan berkata "Alia, bagaimana hubunganmu dengan suamimu akhir-akhir ini?" Alia meringis saat mendengar kata "Suami", dia mengerucutkan bibirnya dan menatap Temannya dengan senyum acuh tak acuh dan berkata, "Baik-baik saja" "Hanya baik-baik saja" tanya Meta "Ya, baik-baik saja" ucap Alia "Dasar gadis bodoh, kalau begitu mengapa kamu terlihat begitu tidak bersemangat? kamu tidak bisa selalu bersikap sepasif ini setelah menikah" ucap Meta
103.2K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as semata-mata
Read
+Library
Wanita Dambaan Sang Billionaire

Wanita Dambaan Sang Billionaire

Ucap Matthias mengingatkan, namun sepertinya Matthias harus belajar jika sedang masa datang bulan, dia tak boleh membenarkan diri “Sekarang kau menyalahkanku?!!” Selena menatapnya dengan ekspresi tak percaya. “Bedanya besar, Matthias! Ini terlalu tebal!” Matthias terkekeh pelan. “Lebih tebal lebih enak, bukan?” “Ini mengganjal sialan!” Decak Selena “Sama seperti milikku kan?” Selena terdiam sejenak, lalu melempar bantal sofa ke arah Matthias. “Dasar mesum! Itu bukan maksudku!”
1021.5K viewsCompletedAdded to Library 644 Times as semata-mata
Read
+Library
Bunga Ilalang, Mahkota perawan desa

Bunga Ilalang, Mahkota perawan desa

Anggita tampak bahagia berbeda sekali dengan Mas Adit yang melongo kayak orang bingung. "Nanti untuk lebih jelasnya, diperiksain ya, Nggit." Dan aku. Nggak tahu aku harus sedih atau bahagia dengan khabar itu. Tapi yang jelas ada rasa tidak rela. Mas Adit pun menatapku dengan tatapan sedih. "Ya sudah, Mama berangkat ke Semarang dulu, ya. Hati-hati kalian di rumah. Syahdu, Adit, Anggita, yang rukun, jangan berantem."
1035.8K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as semata-mata
Read
+Library
Pria Culun Itu Suamiku

Pria Culun Itu Suamiku

Adam sembari membetulkan letak kacamatanya, dengan tatapan tenang, menanti. "Aku gak ada syarat," jawab Adam. "Yakin?" Adam mengangguk dalam. Jika kacamata lensa minus tebal itu dibuka, Areta akan melihat binar ketulusan kasih sayang yang terpancar, tetapi Areta tidak melihatnya, dan Adam pun menyembunyikannya diam-diam.
1.2K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as semata-mata
Read
+Library
Terpaksa Menikahi Om-Om

Terpaksa Menikahi Om-Om

Padahal tulisannya sangat jelas di papan tulis. "Saya akan mengulangi lagi penjelasannya. Perhatikan baik-baik," Makoto berdeham. "Seperti contoh kare wa mada nihon ni-imasu. Dia masih berada di Jepang. Pola kalimat ini digunakan untuk menunjukkan bahwa keadaan sedang berlangsung. Pada dasarnya, predikat (KK,KS dan KB di tambah desu yang menyatakan keadaan) ini tidak dapat menjelaskan keadaan masih, sehingga di butuhkan kata keterangan Mada yang menunjuk masih untuk menjelaskan kata predikat. Kalimat negatif-"
9.0K viewsOngoingAdded to Library 269 Times as semata-mata
Read
+Library
Penakluk Wanita

Penakluk Wanita

Ia pun memandang ke arah pemandangan di luar sana dengan hamparan hijau rerumputan dan gunung yang terlihat jauh di sana. “Amazing,” gumam Matt saat mellihat pemandangan indah di sana. “Nak.” Panggil Cecep, membuyarkan lamunan Matt. “Oh, ya.” Matt tersenyum. “Siapa tadi namamu? Abah sulit mengucapkannya.” “Matt, Ba..h” Matt pun sulit mengucapkan panggilan pada kedua orang tua Nina. “Oh, Mat. Tetangganya Abah di sana juga ada yang namanya Mamat.”
9.98.2K viewsOngoingAdded to Library 304 Times as semata-mata
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Hah hah hah “Kita harus lari ke mana lagi Mang, kita salah masuk, meskipun kita melihat mereka semua dalam bentuk manusia, namun sepertinya mereka bukan manusia Mang,” kata Mamat sembari berlari. “Iya Mat, terdengar aneh apabila mereka berbicara tentang manusia, darah ayam, darah kambing, juga obrolan mereka yang seolah-olah menjadikan manusia sebagai tumbal dan makanan mereka. ”
9.8683.6K viewsCompletedAdded to Library 22.6K Times as semata-mata
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Benar kan dugaannya! "Saya beritahu satu hal ya, Ra. Mungkin dulu Om Raga salah. Tapi itu kan dulu. Lagi pula ia tidak seratus persen salah karena ibumu tidak memberitahukan soal kehadiran kamu? Mau sedikit mundur kebelakang? Bilang kalau dulu Om Raga menyuruh ibumu mengakali sendiri saat hamil? Ra, saya beritahu satu hal. Manusia itu terkadang lebih cepat mulutnya yang berbicara daripada otaknya saat ia marah, cemas atau tidak tahu harus berbuat apa. Itu manusiawi. Harusnya yang saat itu sadar yang mengalah. Namanya manusia, pasti ada khilafnya. Jangan sedikit-sedikit sakit hati, dendam. Untuk apa itu semua? Bisa apa emangnya kalau kamu membenci Om Raga? Apa kejadian akan bisa diulang lagi.
1091.8K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as semata-mata
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status