Sang Dewi
Semula sang Dewa merasa tak mengerti, tetapi perlahan memori tentang kebersamaan mereka berdua mulai muncul ketika anak manusia berusia 14 tahun itu menengadah.
"Syukurlah, kamu selamat," ucap si gadis pemilik mata lebar sebening air. "Kalau tidak, bagaimana caraku menjalani hidup?"
Bibir merah mengalirkan darah dari makhluk berwujud menyerupai Pangeran pada zaman kerajaan Hindu kuno tersebut membentuk senyuman manis. Begitu pun sebaliknya dengan si gadis berambut poni. Tatapannya menyiratkan cinta yang mendalam serta rasa takut kehilangan, tak lain karena mereka telah terikat janji sehidup semati sehingga harus menghadapi marabahaya bersama di kehidupan ini.
Hot Chapters