Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BILLIONAIRE LOVE STORY

BILLIONAIRE LOVE STORY

Sang pengantin pria tak terima. “Soalnya minggu lalu dia sama temen-temen sekolahnya baru berwisata ke tempat pengrajin golek,” jawab Kimmy. “Masih mending lah, untung gak disebut Semar,” lanjut Kimmy. “Kalau Semal itu kan endut Bun, kayak Opah Chen.” Dengan entengnya gadis berambut pirang itu membuka mulut.
1066.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sempak bolong
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

“Apa, Sayang? Mama dari tadi nyariin kalian lho, tapi nggak ketemu-ketemu. Bukannya kita jadi main petak umpetnya?” “Bener kata Andin, Sayang. Tadi kami cari ku ke mana-mana tapi nggak ada,” ucap Beni tiba-tiba datang bersama Andita. “Beneran, Sayang. Tadi aku ikut main lho sama kalian.” Aku mencoba meyakinkan mereka bahwa aku yakin dengan pembicaraan barusan. “Jadi, tadi Mama main petak umpet sama siapa?” “Siapa lagi yang main petak umpet selain kami, Sayang?”tanya Beni terlihat panik dan penasaran.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai sempak bolong
Baca
+Pustaka
Legenda Penjinak Monster

Legenda Penjinak Monster

"namo, he luohuna, daluo ye yeh" King Kong melantunkan mantra dalam bahasa Sansekerta, dan ada sedikit fluktuasi di udara. Cahaya samar Buddha menyelimuti di belakang King Kong. Wajah gembira burung macaw itu tiba-tiba menunjukkan keraguan. "Hhh, kenapa gelembung-gelembung itu menghilang?" Setelah beberapa saat, burung macaw itu tersadar dan menarik napas dalam-dalam, "Apa yang baru saja terjadi?"
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai sempak bolong
Baca
+Pustaka
NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

Seulas senyum macho nampak di sudut bibir yang masih sibuk mengunyah itu. O EM GI. "Dimakan baksonya Bu. Jangan melamun. Nanti kalau baksonya dingin, rasanya jadi nggak enak." Boram gelagapan, reflek mengangguk dan dengan grogi mengambil sebotol kecap di dekat tangan Pak Reihan. Sangking deg-degannya, botol itu sampai terjatuh. Dengan sigap, Boram mengambilnya kembali bersamaan dengan tangan kekar itu yang menbantunya. Kedua tangan mereka bersentuhan. Owww.
9.88.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai sempak bolong
Baca
+Pustaka
Misteri Kematian di Kota Hema

Misteri Kematian di Kota Hema

"Tapi kita nggak ditolak sama kesuksesan." "Menyala Bro Bima," seru Athur. Bima menyahut seruan Athur. “Lagian lo tinggal mandi apa susahnya, Bolem! Ngga ada berseri-berserinya wajah lo. Mandi kek, atau minimal cuci muka lo.” “Apa tuh ‘bolem’?” “Bocah lem.” Aldo mendelik. “Dingin, sat! yailah satu semprot doang Bim. Gerak cepat dong! Gue ditungguin."
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai sempak bolong
Baca
+Pustaka
Hasrat sang Konsultan Idaman

Hasrat sang Konsultan Idaman

Nampak sebuah benda bulat sebesar kelereng yang berpijar merah terang, berada di tengah sampul kitab tebal yang cekung di bagian tengahnya. Srrrhh..! “Ehh..!” seru terkejut Bimo. Dirasakannya hawa sejuk dan hangat bersamaan mengalir disertai rasa kesemutan di tangannya, saat dia memegang Mustika Merah Delima itu. Pluk! Namun dengan nekat Bimo langsung saja menelan Mustika itu, karena hatinya sudah bulat ingin mengubah nasib hidupnya. “Arkh..!” seru gemetar Bimo, dia merasakan seperti ada ratusan semut yang tengah merayap dan mengalir di dalam rongga mulutnya.
9.157.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai sempak bolong
Baca
+Pustaka
Setan-Setan yang Merasuki Tubuh Suamiku

Setan-Setan yang Merasuki Tubuh Suamiku

Sish, pluk. "Aaaarrgh.." Para warga berhambur saling menjauhkan diri. Mereka tekejut saat melihat suatu benda yang berbentuk bulat, menggelinding cepat di hadapan mereka. Sepasang warnah merah menyala yang melekat pada benda bulat tersebut, membuat mereka semakin yakin jika benda bulat tersebut adalah sebuah kepala terbang. Seperti gosip-gosip yang tengah beredar di kalangan para emak-emak di Desa Cempaka akhir-akhir ini.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai sempak bolong
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Dengan ego deffens mechanism, Slamet Gundono sekar nggambar jagad. Dalam tembang ini, Slamet Gundono menggunakan kata kosong, mlompong, dan bolong untuk melukiskan hati yang ikhlas, jujur, dan apa adanya. Hati seperti ini hanya dimiliki oleh anak-anak, karena mereka masih suci, fitri, dan belum teracuni oleh beragam pengetahuan. Ikhlas, jujur, dan apa adanya oleh orang Jawa diterjemahkan dalam sikap semeleh atau narima ing pandhum. Sikap semeleh atau narima ing pandhum dianggap sebagai puncak kecerdasan manusia Jawa setelah seseorang mendayagunakan seluruh kemampuannya di hadapan pemilik kehidupan. Lahaula wala quata illa billahil ngaliyil adzim.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai sempak bolong
Baca
+Pustaka
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

Aina menepis semua pemikiran yang lewat barusan, dia segera menuju stand makanan dan minuman, dia pilih segelas es buah dan semangkuk kecil empek-empek kuah cuka yang aromanya menggugah selera. Baru mau mengambil empek-empek yang sudah di siram cuka, tiba-tiba tangannya di tarik seseorang sehingga mangkuk plastik kecil itu terjatuh beserta isi-isinya, dia terkejut ingin memakai siapapun yang melakukan itu, ketika di dapatinya sebuah lengan besar telah mencengkeram pergelangan tangannya dan menyeretnya menjauh dari tempat itu
1084.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai sempak bolong
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Nainamira
terima kasih untuk kakak pembaca yang Budiman, yang setia mengikuti kisah Aina dan Hasan. sudah tamat di 263 bab ya ... ikuti novel baruku yang berjudul " misteri cinta di lokasi KKN" gak kalah baper loh ...
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
Terjebak Pesona Bos

Terjebak Pesona Bos

Ini juga aku baru tau ada nama buah Namanya kesemek, aku Taunya buah simalakama. “kalian masuk aja berdua, gue mau cari buah kesemek” ucap budi pas duah mau sampai di ruangan papanya. Papaya budi pun sudah ada di tempat seolah sedang menunggu aku dan nia. “siangg nia, harsa” sapanya saat masuk ke dalam. “siangg dok” “siang om” kataku bersamaan dengan nia. “gimana apa kalian masih merasa terbebani?” ucap papa budi
1021.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 611 kali sebagai sempak bolong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status