Siapa yang Mengerti Hatiku?
Jantung Zerian mendadak mengencang, seperti diremas keras oleh tangan tak terlihat, rasa mabuknya seketika hilang separuhnya.
Ribuan kata tersangkut di tenggorokannya: permintaan maaf, pertanyaan, bahkan perintah agar wanita itu kembali .... Tapi pada akhirnya, satu kata pun tak sanggup keluar dari mulutnya.
Di seberang telepon terdiam beberapa detik, seolah menyadari sesuatu, lalu terdengar nada sibuk yang dingin.
"Tut ... tut ... tut ...."