Runtuhnya Sebuah Kesetiaan
Ia sadar, momen sederhana seperti ini lebih berharga daripada semua perbandingan dan kekayaan yang selalu ditekankan di rumahnya.
Setelah beberapa saat bercakap-cakap, Pak Ridwan mengajak semua duduk di meja makan. Meja kayu panjang itu sudah tertata rapi dengan piring, gelas, dan beberapa lauk sederhana, namun terlihat menggugah selera: ayam goreng, sayur asem, tempe bacem, dan sambal terasi yang harum.
“Silakan, silakan,” kata Pak Ridwan sambil menyodorkan kursi kepada Esti dan Haris.
Hot Chapters