KINASIH
Perlahan tapi pasti, semua itu akan terkuak dengan sendirinya, tak perlu menunggu siap, tak pula mengharap aman dan nyaman setelahnya.
Dengan perut membuncit, Asih mendekati Bayu dengan sepiring buah potong yang masih segar. Wanita itu duduk di tempat yang sama, namun tetap memberi jarak. Piring yang beradu dengan meja kaca, menciptakan suara yang sedikit memecah keheningan. Tanpa banyak kata, Asih tersenyum dan mempersilakan Bayu untuk menikmati makanannya.
Bab Populer