MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN
Zaina hanya tersenyum kecil, meski dalam hatinya debaran semakin kencang.
Suara lembut Ustadzah Naila terdengar, "Sebentar lagi akad akan dimulai. Zaina, tetap di sini dulu, ya. Setelah akad selesai, kamu turun menemui suamimu."
Zaina mengangguk.
Tiba-tiba, suara penghulu terdengar dari luar. "Sudah siap?"
Caca menoleh ke arah Zaina dengan penuh semangat. "Mbak, akadnya sudah mulai!"