Selubung Memori
“Yang benar saja, deh. Kau sadar tidak, sih? Fal trauma. Dan kalau kau tidak tahu seperti apa trauma, semestinya kau tahu. Kau cuma tidak ingat. Kau mengerti maksudku sekarang?”
“Eh,” aku sungguhan lamban. Layla kelihatan akan menamparku.
“Dengar baik-baik. Aku tidak mau menyebut kesimpulannya. Bayangkan kau punya masa kecil yang sangat suram—jangan lihat aku seolah kau memang punya—dan tiba-tiba kau pingsan, seseorang tampaknya menyelamatkanmu karena kau seperti dibawa dan dipeluk, lalu kau bangun, tidak merasa takut melihat tempat asing, yang ingin kau lakukan cuma mencari orang yang memelukmu, dan tiba-tiba kau tidak pernah lagi depresi, seolah-olah pelukan itu satu-satunya ingatanmu.”
Hot Chapters