KAMAR KEDUA
Adegan hangat itu berlangsung cukup lama sampai kedatangan Dira tak cukup disadari oleh mereka.
Dira berdiri beberapa langkah di samping Sheza. Matanya membulat dengan mulut yang sedikit berduka. Dalam pikirannya pertama kali hanya ada satu keterkejutan. Sheza hamil. Siapa suaminya? Kenapa ia tidak tahu?
“Za!” panggil Dira.
Lalu, Sheza mengangkat wajah. Bersamaan dengan itu, Satria yang sejak tadi menunduk, ikut memandang ke arah Dira. Dan kali itu, keterkejutan Dira bertambah satu lagi.