Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Tiga Bidadari

Cinta Tiga Bidadari

Netra tua itu nampak berkaca-kaca. Bibi Rahmah bergerak. Sepasang tangan tuanya melepas dua tali simpul yang melekat di kepala Azizah, yang membuat kain penutup wajahnya terlepas. "Subhanallah ..." pekik ummu Fathia. "Ini adalah bidadari!" "Fatimah, ibunya memang sangat cantik," sela syekh Ali. Senyumnya terkembang. Sekilas Azizah melirik ummu Fathia. Ada kilat kecemburuan yang jelas tergambar saat syekh Ali menyebut nama Fatimah, ibunya.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai sholawat sayyidah fatimah
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Gus Faiz

Istri Kecil Gus Faiz

ucap Fatimah. Setelah cukup lama di pemakaman, Abi Faizal membimbing dalam membacakan surah Al-Fatihah dan mengucapkan doa, Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā'ata 'alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh. Artinya: Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. "Ayah, ibu, Aisyah pamit dulu ya? Aisyah akan selalu menyempatkan waktu untuk menjenguk kalian," ucap Aisyah, mencium nisan ibu dan ayahnya bergantian.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai sholawat sayyidah fatimah
Baca
+Pustaka
Stuck In H2SO4

Stuck In H2SO4

ucapku menggulung diri di bawah selimut. "Suara saya ngga semerdu Arian,"ucap Fatih membuat ku berdecak. "Ndak mungkin saya vn Mas Ari jam segini Pak. Suara merdu bapak kalo nyanyi nasyid aja merdu banget Pak,"ucapku. Sayyidah betapa mulianya Quran sucikanmu Dengan baginda kau di didik jadi ulama Selalu bersama hingga ujung nafas
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai sholawat sayyidah fatimah
Baca
+Pustaka
Munajat Perawan Tua

Munajat Perawan Tua

ucap Abian membuatnya mengangguk sejenak sebelum berlalu dengan air mata dan rasa sakit mendalam terpancar dari wajahnya. "Tunggu, Fahri. Siapa nama putrimu?"tanyaku membuatnya menoleh sejenak. "Berikan dia nama Fatimah Az Zahra, Kak. Semoga kelak dia akan berjalan bersama barisan putri Rasulullah,"ucap Fahri membuatku mengangguk mengerti.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai sholawat sayyidah fatimah
Baca
+Pustaka
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

“Bu, Embun ‘kan kerja! Tenang saja, Ibu bisa melihatku saat ini!” Zaara berdiri dan memutar tubuhnya. “Bahkan aku bisa melihat tanpa cahaya! Semua karena ...” “Karena keajaiban Allah,” sahut Fatimah meneruskan kalimat Zaara. Kalimat yang sering Fatimah katakan untuk menyemangati Zaara. Bahwa keajaiban Allah itu pasti datang. Zaara berpamitan pada Fatimah dan Hamid dengan mengecup punggung tangan mereka. Mereka mengantar Zaara hingga ke depan pintu sebab teman Zaara yang lain menjemput langsung Zaara ke rumah.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai sholawat sayyidah fatimah
Baca
+Pustaka
Gadis Tomboy Milik Ustaz Tampan

Gadis Tomboy Milik Ustaz Tampan

Boim tersenyum lembut dan mengangguk. “Masya Allah, saya merasa takjub mendengarnya. Fatimah wanita yang baik dan juga sholehah. Pasti orang tuanya bangga punya anak seperti Fatimah.” Semua orang di dalam rombongan itu langsung setuju dan mengelu-elukan kemurnian, kebaikan, dan kesholehan dari seorang Fatimah. Tentu saja semua orang kecuali Farzana. Gadis bertubuh mungil di sana merasa ada yang janggal, tetapi hatinya berusaha untuk tidak memikirkan sisi buruk dari orang lain.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai sholawat sayyidah fatimah
Baca
+Pustaka
Penyesalan Setelah Poligami

Penyesalan Setelah Poligami

lanjut mama. "Nama Fatimah bukan untuk di lupakan jika kamu menikah lagi, namun nama Fatimah akan di kenang sebagai wanita sholih pendampingmu dulu, yang mendampingimu menjadi laki-laki sholih. Kita masih bisa mendoakan. Jangan seperti anak kecil Farid," imbuhnya.
1015.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai sholawat sayyidah fatimah
Baca
+Pustaka
ALASAN SUAMIKU MENDUA

ALASAN SUAMIKU MENDUA

Sepenuhnya ia persilakan dua perempuan yang begitu ia kenal di hadapannya kini memutuskan semuanya. "Ummi pun sama, Zi, tak ada alasan untuk menolak Farid. Dia laki-laki baik, dan terlahir dari keluarga baik-baik pula. Ummi hanya berharap semoga ini menjadi yang terakhir, Zi. Semoga Farid bisa menghormatimu sebagaimana Sayyidina Ali mengormati Sayyidah Fatimah." Ustadzah Hamidah tersenyum lembut. Fira dan Zia mengaminkan pengharapan sekaligus do'a yang baru saja Ustadzah Hamidah ucapkan.
10104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai sholawat sayyidah fatimah
Baca
+Pustaka
Ku Miskinkan Suamiku

Ku Miskinkan Suamiku

Beliau melihat Zidan dan Khalisa yang sedang melayani tamu bersama. Senyumnya semakin lembut. "Khalisa cantik ya." Fatimah mengangguk. "Masyaallah... sangat cantik." "Dan dia perempuan baik." "Iya, Tante." Ibu Zidan lalu menggenggam tangan Fatimah. "Tante selalu berdoa semoga kamu juga menemukan kebahagiaanmu sendiri." Mata Fatimah sedikit berkaca-kaca. Namun ia tetap tersenyum.
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai sholawat sayyidah fatimah
Baca
+Pustaka
Dipoligami Karna Tak Kunjung Hamil

Dipoligami Karna Tak Kunjung Hamil

"Baarakallaahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama‘a bainakumaa fii khairin." "Allaahumma allif bainahumaa kamaa allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahumaa kamaa allafta baina sayyidina Ibraahiim wa Sarah, wa allif bainahuma kamaa allafta baina sayyidina Yusuf wa Zulaikha, wa allif bainahumaa kama allafta baina sayyidina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam wa sayyidatina Khadijatal kubra, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina ‘aly wa sayyidatina Fathimah az-Zahra."
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai sholawat sayyidah fatimah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status