Yuk, Nikah!
Aku menoleh dan mata kami kembali saling bertemu.
“Yeeeay, aduh yang nembak siapa, yang deg-degan siapa. Ha ha ....” Si MC malah berkelakar dengan gayanya yang menurutku lebay.
“Tinggal jawab aja, kenapa harus natap ke sini,” gumamku pelan. Parah, aku sendiri malah berdiri bagai patung di sini.
“Sebenernya aku lagi nunggu seseorang. Dan dia sekarang ada di sini juga, merhatiin dari bawah di antara kerumunan. Itu, dia yang pakai kemeja polos biru gelap.