Gairah Sahabat Suamiku
Ia benar-benar tidak sanggup mendengar ocehan panjang suaminya saat ini.
Lio langsung menutup mulut, tapi tetap setia berada di samping Lili. Ia mengambil tisu, mengusap peluh di kening Lili, lalu merapikan rambut yang menempel di wajahnya.
"Sayang, kamu sakit?" tanya Lio lagi, suaranya lembut kali ini.
Lili menggeleng pelan. "Tidak cuma tiba-tiba mual." Jawabnya. Tapi di dalam hatinya, ada rasa yang membuatnya resah. Mual yang barusan ia alami, terasa sangat familiar.