Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PART-TIME

PART-TIME

Marianné
Maria tak langsung pulang ke panti karena ia telah berjanji ia akan mencari pekerjaan paruh waktu dan beasiswa. Saat berada di halte, seseorang dengan jaket bertudung hitam duduk di sebelah Maria. Bus datang, membawa keduanya masuk ke dalam. Sosok itu melewati Maria dan duduk berjauhan dengannya. Ingin sekali gadis itu menoleh, rasanya seperti dilihat terus menerus. Maria turun di halte berikutnya. “Ini ya ‘Foreign Co.’?”
102.5K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as side part
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

"Lo kalah sama om-om? Cemen amat lo Bar?" "Om-om yang matahin tangan gue itu umurnya paling di atas kita sepuluh tahun dan badannya segede gaban. Mana jago ai kido lagi. Bukan om om botak letoi seperti yang ada di pikiran lo. Plat mobil om itu B 4 AT. Mobil nya-
1029.8K viewsCompletedAdded to Library 953 Times as side part
Read
+Library
A Part of Me

A Part of Me

“Sering-sering nyanyi lagi, ya! Besok gue tunggu.” “Eh kenalin, gue Padi.” Terlihat dari mukanya yang cukup manis, karena senyum yang dimilikinya. Dia sepertinya orang baik, tetapi gue baru lihat ada tatto yang berada dilengan kirinya. Sedikit terlihat, karena kaos hitam berlengan pendek yang dipakainya. Kayaknya penilaian gue salah. “Gue Debi’ “Tifa” Kami semua terdiam sejenak, saling menatap satu sama lain.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as side part
Read
+Library
From The Darkest Side

From The Darkest Side

Plak! Ambera terkejut, kepalanya tertoleh paksa ke arah kanan secara paksa dan beberapa saat kemudian Ambera merasakan panas dan perih di pipinya. Tangan Ambera terangkat memegangi pipi kirinya yang baru saja mendapat tamparan dari Bibinya, dan juga pamannya yang menatapnya rendah. "Kenapa?" tanya Ambera lemah.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as side part
Read
+Library
Sidekick

Sidekick

ujar beliau setelah kami berdua menyapa dan menyalami. Pak Vino duduk di sebelah Pak Jaya, gue di sebelah Pak Vino. Meja bundar itu terdiri dari 4 kursi, dan karena posisi itu, akhirnya ada jeda 1 kursi kosong antara gue dan Pak Jaya. Tapi mau duduk di sebelahnya langsung gue belum sepede itu. Gue aja yakin dia nggak akan tahu nama gue siapa kalau gue nggak ikutan di sidejob itu. Standarlah seperti C level lain. “Hai, Ri. Gimana kabar lo?” tanya Pak Jaya menatap gue.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as side part
Read
+Library
TETANGGA SEBELAH RUMAH

TETANGGA SEBELAH RUMAH

Tetangga Sebelah Rumah Part 4 (POV ELLA) Saat aku berjalan untuk menuju ke arah rumah, aku melihat Suaminya Mbak Nina sedang berboncengan dengan seorang laki-laki yang kemungkinan teman kerjanya. Dia mengendarai motornya menuju ke arahku, bukan deh. lebih tepatnya ke arah rumahnya. Karena kan rumah aku sama rumah dia emang berdekatan.
3.7K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as side part
Read
+Library
Beside You

Beside You

Bahkan Mia jarang bertemu dengan kedua orang tua atau penghuni lain dari rumah itu selain mereka berdua. Setelah beberapa hari Mia mengenal Radit dan Rangga, walaupun tidak terlalu intens, Mia sudah bisa membedakan mereka berdua. Perbedaan dari sisi fisik, Rangga memiliki satu tahi lalat di sekitar mata kanannya, sedangkan Radit tidak, dan juga Radit lebih tinggi daripada Rangga, itu juga baru Mia sadari saat mereka Rangga dan Radit berdiri bersampingan. Dari sisi sifat dan perilaku, Radit lebih cerewet dan kebanyakan tingkah, Rangga lebih terlihat cool dan cuek, meskipun terkadang kalau sudah membahas tentang kembarannya, Rangga bisa menjadi cerewet.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as side part
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

Sampai di depan pintu, Ameera melongok ke dalam ruangan. “Sepi.” Ameera tampak memikirkan sesuatu. Matanya tertuju pada sebuah lemari yang terletak di ujung ruangan sejajar dengan pintu. “Masak iya, sih, gue mau main ambil sendiri! Entar yang ada gue malah dituduh nyuri lagi.” “Assalamu’alaikum.” Suara seseorang mengejutkan Ameera dari arah belakangnya hingga membuatnya kentara menjingkat sambil menahan degup jantungnya.
108.3K viewsOngoingAdded to Library 232 Times as side part
Read
+Library
My Part-Time Girlfriend

My Part-Time Girlfriend

Kata bianca lagi. “Baiklah. Disebelah sana banyak sepeda yang cocok denganmu, coba lihat saja.” Kata sang pemilik toko sambil menunjuk ke arah sepeda yang berjejer tak jauh dari meja kasir. Bianca melihat satu per satu sepeda disana. Kemudian pilihannya jatuh pada sepeda yang mirip dengan sepeda yang tadi, hanya saja tetap ada perbedaan di bagian belakang dan juga keranjangnya. Warnanya pun juga berbeda. Kali ini bianca memilih sepeda dengan warna merah yang terlihat cantik dan berani.
1011.0K viewsOngoingAdded to Library 306 Times as side part
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status