Sadena
"Ngomong lebih dari satu kata lebih baik, Dena. Karena itu terkesan menghargai. Btw, kenalin, nama gue Selindya Destira Zaneya."
"Tau," kata Sadena memotong ucapan Selin.
Selin memicing jahil. "Kok tau? Cenayang ya?"
"Berisik!"
"Ya emang. Ini kan kantin."
Sadena memutar bola matanya jengah, bukan hanya itu, ia juga sangat malas menghadapi ocehan cewek lemot nan bawel di depannya sekarang.
Apalagi kini tatapan-tatapan aneh terlayang padanya. Seolah keberadaan Selin yang satu meja dengannya adalah sesuatu yang menarik.
Hot Chapters