Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu
"Kita memang ditakdirkan bersama, Sayang. Apapun yang terjadi, kita hadapi bersama, ya."
Aku mengangguk, membalas pelukan Bang Zul dengan cepat. “Sama-sama Abang, sekarang kita istirahat, ya?”
Hari-hari berlalu dengan cepat. Hafiz, Hanin, dan Hanif tumbuh menjadi balita yang sehat dan aktif. Mereka memiliki kepribadian yang berbeda-beda, namun sama-sama menggemaskan. Hafiz adalah anak yang tenang, sering duduk anteng sambil membaca buku bergambar. Hanin sangat suka menari dan menyanyi, selalu riang dan penuh senyum. Hanif, si bungsu, adalah petualang kecil yang tidak bisa diam, selalu ingin tahu dan menjelajahi setiap sudut rumah.
Bab Populer