Kinari dan Benang Waktu
Dari dalam pintu, muncul siluet samar—tidak jelas apakah itu manusia, makhluk, atau sekadar bayangan yang terbentuk oleh lapisan realita yang tumpang tindih.
Siluet itu bergerak perlahan, namun setiap gerakannya meninggalkan jejak berlapis, seperti gema bayangan yang menolak lenyap.
Ia seakan mengulurkan tangan, tapi tangannya terbelah menjadi banyak arah, menyentuh dunia-dunia yang lain sekaligus.
Kael mundur setapak. “Itu… mengundang kita.”
Kinari menunduk sedikit, suaranya nyaris tak terdengar. “Atau memperingatkan kita.”
Hot Chapters