Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
A HOME FOR REI

A HOME FOR REI

Bunyi Shutter yang dipencet menangkap tiap gerakan "wow." Hanya itu ucapan Sean, sampai tak menyadari empat orang berbadan tegap sudah berdiri dibelakangnya, "what the-," mata Sean kaget saat kamera yang sedang ia gunakan melayang, "hell?" Dan tak melawan saat tubuhnya diapit tanpa kemungkinan lolos. "Crapp." Rutuk Sean melihat senyum pria yang mengambil memori setelah mengotak-atik kamera barunya, "we meet again, Sean Carter."
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai simp cameraman
Baca
+Pustaka
Sleep With My Enemy

Sleep With My Enemy

(Tripod: alat penyangga berkaki tiga agar benda seperti kamera stabil saat mengambil gambar. Kamera ponsel canggihnya, Cindy setting mengambil foto otomatis setiap sepuluh detik sekali dari sudut yang pas. 'Mas, kamu mengelak terus untuk memperkenalkan aku ke keluarga Sasmita. Sekarang aku punya dokumentasi tentang hubungan terlarang kita. Mereka tak lama lagi akan tahu sendiri. Hihihi!' batin Cindy licik.
9.818.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 599 kali sebagai simp cameraman
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Dilla dilawan
seru yah ngeliat para besan ini kompak. apalagi kolab masak sampe2 masakan rumah makan padang pindah ke rumah mereka.... kadang kan kl besan2an ini suka saling ga mau kalah ya kan. duh mama nya igo bikin hati mama cia makin resahkan. yg udah kepikiran jd makin kepikiran. andai dia tau kl suaminya...
Kania Putri
bener banget urusan Steven mending serahkan sama igo kamu cuma duduk manis aja. eh ampun abis kelar makan full tenaga dia anuan astaga kentang amat sih mana udah bugil gitu lanjut gak ya??? tapi masih penasaran tega banget tuh Hartono menghiasi mama Wina kurang bersyukur kamu astaga, keplak juga nih
Baca Semua Ulasan
Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Suasana di dalamnya begitu hidup—lampu sorot menyala terang, kru berlalu-lalang membawa peralatan, suara kamera yang berkedip, dan instruksi fotografer yang terdengar tegas namun santai. Di sudut lain, seorang model pria asing dengan tinggi menjulang dan fitur wajah tegas tengah berpose di depan kamera. Rambut pirangnya ditata rapi, rahangnya tegas, dan setiap gerakan yang ia lakukan terlihat begitu profesional.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai simp cameraman
Baca
+Pustaka
Lepaskan Aku, Om

Lepaskan Aku, Om

Matanya memandangku seperti aku bukan manusia—hanya objek. "Siap?" tanya seorang dari balik kamera. Aku menoleh pada Madam Sarah. Ia mengangguk pelan, tajam. Aku menghela napas panjang. Rasanya seperti tubuh ini bukan milikku. Aku berjalan pelan, duduk di atas kasur. Kamera mulai merekam. Seorang kru berkata, "Take satu, judul: The New Girl in Town."
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai simp cameraman
Baca
+Pustaka
Wagiman

Wagiman

Saat aku dan Chaca sedang asyik ngobrol tiba-tiba aku melihat mobil hitam yang cukup familiar parkir di Cafe ini. Benar saja itu adalah mobil milik pacar Sari, aku hafal sekali ada beberapa stiker yang sudah aku ingat desainnya. Aku melihat dia bersama dengan seorang cewek, jelas cewek itu Sari pacarnya. Tapi tunggu dulu, setelah aku mengawasi lebih dekat lagi ternyata dia sedang tidak bersama Sari. Hmmm.. aku sedikit curiga sepertinya kalau dilihat dari cara mereka berjalan bersama tidak menandakan bahwa hubungan mereka hanya sebatas teman, melainkan lebih dari itu. Aku terus memperhatikan dengan seksama apa yang mereka lakukan di cafe ini, cewek ini kurang lebih mirip dengan Sari berambut
9.29.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai simp cameraman
Baca
+Pustaka
The Boss wants me

The Boss wants me

“Aku tidak bisa menerima lelaki bernama Cameron ini, dia sangat dingin, sama seperti salju, dia sangat mengintimidasi dan aku juga tidak bisa kabur dari apartemennya. Beberapa bodyguard berjaga di luar.” “Apa kau mencintainya?” Sam berjalan ke arah mobil, duduk di dalam sembari melihat beberapa orang yang memakai kalung tanda pengenal berjalan masuk ke dalam lift, terlihat mereka membawa tas yang Sam duga berisi kamera.
1025.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 686 kali sebagai simp cameraman
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
adwin
kak kenapa semua karya kak silan susah dimengerti berbelit,ngak nyambung,bingung,tak sejalan harus sibaca ulang untuk menyesuaikan pahaman bahasanya..nasib aku jago bahasa bisa ubah sedikit ayat kak..atau cuba pahamkan maksud yang kak ingin sampaikan..tolong dibaiki lagi kak..
Baca Semua Ulasan
Akad Kedua Sang Perwira

Akad Kedua Sang Perwira

“Kamu juga kok bisa merekam? Apa ngga takut ketahuan?” "Aku rekam pakai smartwatch asisten ku Vin. Qadarullah kok didetik terakhir, asistenku bilang, kalau jam tanggannya bisa merekam dan memfoto. Hanya saja harus dari jarak yang cukup dekat. Makanya kami duduk dibarisan pertama, supaya jelas videonya.' “Sekali lagi makasih ya Rin. Aku ngga akan lupa jasa kamu.” “Sudahlah, semoga masalah kamu juga segera selesai. Jadi kapan kamu mau ketemu Danrem?”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai simp cameraman
Baca
+Pustaka
Shamans

Shamans

Namun saking ketakutannya, ia sama sekali tidak bisa bergerak apalagi kameranya merekam kejadian tanpa bisa ia matikan. "Kau tidak mendengarku!" Jessica mencengkeram kerah baju si kameramen dan menariknya membungkuk, agar bisa berhadapan dengan wajah cantiknya. "Apa begitu lucu menayangkan siaran ketika seseorang sedang merasa kesakitan? Kau punya hati nurani tidak?" jerit Jessica semakin marah.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai simp cameraman
Baca
+Pustaka
Devano Lauder

Devano Lauder

Sedangkan Caramel di tunggu oleh orang-orang Devano, terkadang Devano juga menjenguk Caramel ketika pekerjaannya sudah selesai. Keesokan paginya Devano berinisiatif untuk pergi ke taman, tempat di mana Caramel tertembak oleh sosok pria yang sudah maju tua. Devano tidak melihat jelas karena dia langsung panik, dan langsung membawa Caramel ke rumah sakit. Saat Devano pergi ke taman, dia mengamati ternyata tempat pada saat dia memparkirkan mobil ternyata ada kamera CCTV, dengan cepat Devano langsung menghampiri penjaga taman itu untuk mengecek keadaan saat Caramel tertembak. "Pak maaf, bolehkah saya melihat CCTV pada saat kejadian seorang perempuan yang tertembak? Dia adalah teman saya, kondisi
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai simp cameraman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status