Suamiku Sudah Wafat
"Maaf banget ya, Mbak. Tapi kalau kalian datang cuma buat rusuh di acaraku ini, lebih baik nggak usah deh, Mbak. Aku bisa kok ditemani Ibu aja. Bukannya katanya kuliatas itu lebih baik dari pada kuantitas. Biarlah aku sendiri, dari pada berdua sama Mbak cuma jadi duri dalam daging!"
"Jaga bicaramu!" serang Mas Abri tanpa kusadari. Tak mau lagi ada yang lebih buruk dari ini, aku gegas menahan kenangannya untuk tak melanjutkan.
"Udah, Mas. Kita kayaknya emang nggak dianggap. Lebih baik kita pulang," ucapku.
"Jangan suka playing victim ya, Mbak. Kalian yang bikin rusuh, malah kalian yang berlagak jadi korban. Kalian emang pantas berjodoh. Watak kalian itu sama!" sindir Amy tak sudah-sudah.