Membalas Suami Selingkuh
"Terus gimana, dong, Bang? Perutku udah mules terus dari tadi malam, nih. Nggak pengertian sama sekali Abang, ya, jadi suami!"
Omelan itu kembali meluncur dari bibir tipisnya. Kedua matanya mulai menganak sungai. Ia tak mau melahirkan tanpa suami di sampingnya.
"Minta antar Mamak, ya, Dek, atau Bang Sandi aja suruh ngantar! Ibu sama Ayah juga, kan, ada juga di sana. Udah, ya, Abang mau kerja lagi, nih. Abang tutup teleponnya." Jari telunjuknya bersiap mematikan sambungan video call itu.
Hot Chapters