Cinta Dan Kematian
“Iya maaf, niat aku kan baik. Bawain kamu makanan, jangan marah dong, Ilya. Kamu nggak kasihan sama aku yang udah capek-capek jalan dari rumah, beliin ini buat kamu, ayolah.”
Ilya tertegun mendengar ucapan Adra barusan. Wajahnya tanpa sadar berpaling, membuat tatapan mereka bertemu cukup dalam. Emosi Ilya luruh, mencair menjadi rasa aneh yang membuatnya sedikit ragu. Bagi Ilya, Adra hanya seorang pemuda, tapi getaran hati yang dia rasakan memang nyata. Di luar kendalinya. Seperti hal baru, namun sangat aneh. Dicintai? Dari masa remaja sampai saat ini, Ilya selalu mampu memikat perhatian laki-laki. Jadi tak heran jika Adra juga tertarik dengannya. Tapi kali ini berbeda, ada sesuatu yang membu
Bab Populer