GAIRAH LIAR PASANGAN MUDA
Restoran hotel itu terlalu terang untuk Ayara yang baru saja menuntaskan rapat panjang dengan penulis yang hobi menunda-nunda naskah.
Ia menutup laptop, menepuk sisa buih cappuccino, lalu menghela napas. Di mejanya, outline plot calon novel “bestseller” itu masih tergeletak, penuh coretan revisi. “Bab tujuhnya bakal pecah,” kata penulisnya tadi. Kalimat yang terdengar persis seperti janji-janji Alex selama tujuh tahun: selalu akan pecah, tapi entah kapan.