Penyesalanku
Sinopsis
"Uma!" seruku lantang, memanggil nama mantan istriku yang nampak tergesa-gesa itu.
Uma berhenti sejenak, dan menoleh kearahku. "Maaf, ada yang bisa saya bantu?" ucapnya formal. Seolah kami tidak pernah saling kenal.
"Apa kabarmu?" tanyaku basa-basi.
"Oh, baik, saya baik-baik saja," jawabnya canggung. Tatap matanya datar, tak ada keramahan di sana.
"Anak-anak ---" Belum sempat kuselesaikan ucapanku, Uma sudah memotongnya.
"Maaf saya buru-buru, Pak. Ada pasien yang mengalami pendarahan, yang harus segera mendapat tindakan." Uma segera berlalu dan meninggalkan aku begitu saja.
Uma pasti malas menjawab pertanyaan basa basiku, karena setelah bercer
Sikat na Kabanata