JEJAK HASRAT
panggil Julian dengan suara serak, terbawa emosi.
"Julian," balas Sinta, senyumnya semakin melebar. "Ayo, masuklah."
Mereka berdua duduk di ruang tamu, suasana terasa hening, terengah-engah oleh kegugupan dan keinginan yang terpendam.
"Apa yang ingin kamu bicarakan, Julian?" tanya Sinta, mencoba meredakan ketegangan di antara mereka.
Julian menelan ludah, mencoba menemukan kata-kata yang tepat. "Sinta, aku merindukanmu. Aku tahu bahwa ini tidaklah benar, tapi aku tidak bisa menahan perasaanku lagi."