Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

kata Sarita yang masih berdiri membelakangi Madam Anne. Madam Anne merasa tidak dihargai oleh anak pembantu, maka dengan ganas di tariknya tas punggung yang dibawa oleh Sarita. Akibat perbuatannya itu, Sarita menjadi terjatuh. Anne tidak terima, dia membuka tas yang dibawa oleh Sarita. Apa yang ada di dalam dikeluarkan semua. Ternyata hanya pakaian dam beberapa surat penting milik wanita itu. "Iya sudah, bawa semua barang rongsok kamu. Jangan injakkan kakimu lagi di mansionku, aku jijik melihatmu!"
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai sirs/madams
Baca
+Pustaka
Gadis Peliharaan Sugar Daddy

Gadis Peliharaan Sugar Daddy

"Iya, dia chek out dari hotel bareng sama kita waktu itu. Mungkin kalau lagi nggak sadar bisa aja Om liat dia itu kamu. Tapi tetap aja cantik kamu ke mana-mana." Aku tersenyum kikuk. Wanita yang Om Adrian maksud itu adalah Siska. Dia adalah temanku sejak SMA. Seseorang yang lebih dulu berkecimpung dalam dunia kelam sebagai 'mainan' para lelaki matang berdompet tebal. Siska juga yang pertama kali mengenalkanku pada Sugar Daddy pertama, saat aku kelimpungan mencari uang untuk memasukan Mama ke RSJ kembali agar tidak berkeliaran di luar.
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai sirs/madams
Baca
+Pustaka
Pernikahan Siri

Pernikahan Siri

Sahabatnya. Merry : Luisa, tolong ke club fancy, sabahatmu sedang mabuk berat, saya gak tau mau antar dia pulang kemana, bisa kamu kemari? Chat itu dikirim dari ponsel Merry, sahabatnya. Luisa langsung mengiyakan permintaan itu. Perempuan itu mengambil jaket, dan tas selempang. Bahkan dia hanya mengenakan baju kaus kebesaran dan celana jins panjang. Niatnya hanya menjemput Merry. Luisa tahu, sang sahabt sedang dalam masalah yang cukup berat. Minuman adalah temannya dan perempuan itu akan menghabiskan berbotol-botol minuman hanya untuk mengusir depresinya. Setelah itu, Luisa yang akan kerepotan menjemput Merry. Hal ini tidak hanya terjadi malam kemarin. Sebelum-sebelumnya sering, dan Luisa su
101.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai sirs/madams
Baca
+Pustaka
Firdaus

Firdaus

Firdaus pun menurunkanku. Mas Iman muncul tepat setelah aku keluar dari area lapangan basket. ☁ Malam itu seseorang misscall hp-ku saat aku hampir saja memejamkan mata. Kemudian sebuah pesan masuk ke aplikasi chat. save ya. Aku membalasnya. siapa? Langsung di-read olehnya dan langsung dibalasnya. firdaus yg paling ganteng unyu2 sedunia uwu :*
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai sirs/madams
Baca
+Pustaka
MADU Titipan

MADU Titipan

Telingaku bahkan seperti mengeluarkan asap. Mawar berkacak pinggang. "Eh? Siapa juga yang nikah pas hamil? Dengerin, ya Mbak! Aku dan Mas Kamal justru sudah menikah siri sebelum mengenal Bos Zenal. Ya, dan pernikahan siriku dilakuin jauh sebelum pernikahannya Mbak!” jelas Mawar dengan lantangnya. Jedar!
8.77.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai sirs/madams
Baca
+Pustaka
SUSAN

SUSAN

Sidney menarik dagu Susan dan merampas bibirnya dari sisi samping agar wanita itu diam dan tidak terus mengomel. "Kuingatkan sekali lagi kau ada janji dengan Notaris saudaramu pagi ini." Susan sudah mulai ikut tersengal tapi masih juga sanggup bicara. Sidney memang ada janji dengan notaris Paris Parker yang akan membacakan wasiatnya pagi ini dan sepertinya Sidney tetap tidak peduli. Susan juga sudah mulai pasrah karena tahu persis seperti apa sifat suaminya. Sidney tidak akan pernah puas jika wanitanya tidak balas melawan. Kadang Susan sampai merasa mungkin didrinya akan ikut sinting jika terus mengikuti gaya bercinta Sidney.
1070.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sirs/madams
Baca
+Pustaka
Sugar Daddy

Sugar Daddy

kata Andre Pagi harinya Clarissa bangun siang karena hari ini Clarissa libur kerja, lalu ia teringat akan tentang isi surat perjanjiaan tadi malam, lalu dia mencari file tadi malam yang ia terima di dalam tasnya,setelah ketemu apa yang ia cari lalu ia mendudukan badanya dikasur sambil membaca surat perjanjian itu. Perjanjiaan yang tertulis disitu sangat banyak sampai ia terkejut saat membaca bahwa disitu ditulis bahwa sang sugar daddy meminta untuk berhubungan intim maka sugar baby harus melayaninya dan tidak boleh menolaknya.
1028.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 680 kali sebagai sirs/madams
Baca
+Pustaka
Sir, You are Dumb!

Sir, You are Dumb!

Sebuah sikap yang membuat Selena terpaksa harus sedikit melebarkan senyumnya demi sopan santun. “Oh, lihatlah. Gadis ini benar-benar seperti peri ketika tersenyum,” timpal wanita anggun yang dipanggil Siren oleh ibu Selena. Berjalan mendekat seraya mengulurkan tangannya untuk merengkuh bahu Selena dalam dekapannya. “Apakah kau ingat dengan Tante, Sayang? Terakhir bertemu, sepertinya kau masih di bangku sekolah dasar,” lanjut wanita anggun itu dengan tatapan panuh kasih ke arah Selena. Membuat Selena harus menahan senyum lebarnya sedikit lebih lama, yang baginya, benar-benar sebuah penyiksaan karena ia mulai merasa otot-otot wajahnya kram.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai sirs/madams
Baca
+Pustaka
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

Namun Mas Dewa hanya tersenyum sekilas pada gadis berkulit putih itu. Pandangan Ivan beralih padaku. "Ra ..., kenapa sih kamu selalu tampil mempesona?" Lagi-lagi Ivan menggodaku. "Jangan mulai, Van. Malu sama Clarissa!" sanggahku dengan mata melotot pada sahabatku yang kali ini penampilannya nggak kalah tampan dari kakaknya. "Aku serius. Tapi Sayang, sudah bersuami." "Uhuk ... uhuk ...!"
9.6291.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai sirs/madams
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

“Siapa kamu?” Pria itu membuka kain penutup wajahnya perlahan. Wajahnya masih muda, mungkin seumuran dengan Gita. Tapi matanya tajam dan penuh rasa bersalah. “Aku dulu bekerja di dapur istana,” katanya lirih. “Namaku Damar.” Sari mengerutkan kening. “Damar? Saya nggak pernah dengar.”
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai sirs/madams
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status