Kembalinya sang Dewa Perang
Begitu melihat putrinya dengan wajah kemerahan dan pakaian yang sedikit berantakan, Eldric justru tersenyum penuh arti.
Nathan sempat ingin menjelaskan, tetapi pada akhirnya mengurungkan niatnya. Dia tahu, semakin banyak dia mencoba menerangkan situasinya, semakin rumit pula kesalahpahaman yang mungkin terjadi.
Kalau Eldric ingin salah paham, biarlah.
“Tuan Eldric, apakah turnamen masih berlangsung?” Nathan memilih mengalihkan pembicaraan.
“Masih. Namun, hari ini adalah hari terakhir. Para peserta yang tersisa semuanya merupakan kultivator tangguh. Anda baru saja sadar, jadi sebaiknya jangan memaksakan diri untuk kembali bertanding.”
Sikat na Kabanata