Cinta Yang Salah
Kukeluarkan tangan Mas Anton dari dalam piyamaku, aku merasa tidak nyaman karena dia memainkan jarinya di puncak dadaku, yang masih terasa perih.
"Kenapa sih? Kok sikapmu seperti ini, tak biasanya, apa ada masalah?" tanya Mas Anton dengan suara rendah, dan ketus.
"Gak, apa-apa Mas, kan sudah kukatakan, aku sedang PMS, jadi kamu harap maklum!" jawabku tak kalah ketus.
"Kok, kamu marah sih?"