PETAKA REUNI
Mungkin untuk yang terakhir, atau semuanya akan menjadi bumerang yang menjebakku dalam rasa tak pernah usai.
**
“Hapus air mata kamu, bersihin tuh muka, terus touch up lagi. Aku nggak mau Mama sama Arsyl curiga karena muka kamu sembab begitu.” Kak Amy menepikan mobil, saat jarak ke rumah tersisa sekitar seratus meter. Diulurkannya pouch bermotif bunga, juga sebuah kemasan tisu basah.