Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kehidupan Setelah Perpisahan

Kehidupan Setelah Perpisahan

kata Dito menggoda sang istri. "Iya dong... Oma Ami," balas Ami. Semua tertawa mendengarnya. Ami tersenyum lebar saat Aini menyodorkan Alya ke dalam pelukannya. Dengan hati-hati, Ami menggendong bayi perempuan itu, mengayunkan perlahan sambil menatap wajah mungil yang sedang terlelap. “Masya Allah… Alya cantik sekali,” ucap Ami lirih, matanya berbinar. “Kulitnya halus, pipinya merah. Benar-benar bikin gemas.”
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 457 Times as bel ami
Read
+Library
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

“Tapi ga gratis.” “Kamu minta dibayar berapa?” “Satu motor matic,” pinta Ali tak segera dijawab Amoy. Gadis keturunan Cina itu berpikir sejenak. Sedang Ali ketar-ketir jika mantannya menolak. “Oke.” Amoy menyanggupi permintaan Ali yang membuat laki-laki itu begitu bahagia. *******************
105.8K viewsOngoingAdded to Library 198 Times as bel ami
Read
+Library
Biaya Pernikahan Mewah Adik Iparku

Biaya Pernikahan Mewah Adik Iparku

Tidak usah mengajaknya, Umi sudah ada janji dengan seseorang. "Janji?" Azmi tidak tahu apa yang akan di lakukan Uminya kali ini. Mereka berjalan pada sebuah meja, dan seorang wanita duduk di situ seperti menunggu kedatangan mereka. "Amelia..!" seru Yasmine, tersenyum semringah. Melihat wanita cantik bernama Amelia itu sudah berada di sana. Ia berhijab dan sangat manis. Amelia merangkul Yasmine, mereka tampak sudah kenal lama dan dekat.
9.9120.1K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as bel ami
Read
+Library
Bad Romance

Bad Romance

Kepulan asap dihembuskan dari mulutnya dan Ben kembali menatap Bella dengan tatapan dinginnya. "Namanya Amelia Lewis, 23 tahun. Amelia suka makanan yang manis dan senang merajut. Ya, hal-hal sederhana dapat menyenangkan hatinya. Senyumannya begitu indah dan dapat menerangi kehidupan yang gelap. Namun, sangat disayangkan Amelia mati karena dirimu! Dirinya tidak pergi sendirian, tetapi bayi kami juga ikut dengannya. Kamu membunuh dua orang dan mengapa masih terlihat begitu santai?" ujar Ben datar.
1034.5K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as bel ami
Read
+Library
Elena

Elena

Wajahnya yang putih dengan alis tebal, pesona bibir yang merona alami dan badan proporsional yang langsing namun berisi bak gitar spanyol. Hana perempuan belia yang masih duduk di kelas XII SMA. Rambutnya panjang,hitam legam ,seperti belum tersentuh bahan kimia salon kekinian.Alis matanya pun tebal alami tanpa sulam alis,kulitnya kuning langsat dan bersinar. Wajah Hana yang lembut itu selalu terngiang dalam ingatan. Handi mengecek hapenya. Rasanya tak tahan untuk segera menghubunginya.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as bel ami
Read
+Library
Amanda

Amanda

Dia spontan membalasnya dengan pelukan dan ciuman yang sama. Oma Merry memandang adegan itu dengan perasaan terharu. Celine sudah tiga tahun bersekolah di sini dan belum pernah sekalipun aku melihatnya memperlakukan guru-guru lain seperti ini, gumam perempuan itu dalam hati. Guru yang bernama Amanda ini memang kelihatannya baik, sabar, dan menyayangi anak-anak didiknya setulus hati. Apakah dia wanita yang selalu kudoakan sepanjang waktu agar dihadirkan Tuhan untuk menjadi ibu buat Celine dan pendamping hidup bagi Joshua, anakku?
1017.6K viewsCompletedAdded to Library 493 Times as bel ami
Read
+Library
Lusia

Lusia

Ada juga bunga yang tidak mengenal musim yang kuncupnya selalu basah. “Bisa aku bantu, Emma?” Emma nampak terkejut, namun ia mengangguk. Emma sekarang tengah memetik bunga Camomile, kelopak bunganya yang kecil harus di petik dengan hati – hati sekali. “Tuan Aaron sangat menyukai aroma Teh Camomile dengan sedikit daun mint.” Terang Emma tanpa harus di minta. Lusia hanya mengangguk tanpa menganggap kalau segala topik tentang Aaron adalah hal penting untuk di ingatnya. Tapi tangan Lusia dengan cekatan membantu Emma memetik bunga camomile yang tumbuh banyak.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as bel ami
Read
+Library
Cinta Untuk Almaira

Cinta Untuk Almaira

Seketika Almaira terkejut dan membuka kedua matanya penuh. "Astaghfirullah, iya Umi. Maira mandi dulu ya Umi." Ucap Maira membuka mukena yang masih ia kenakan dan melipatnya. "Iya hati-hati licin Sayang." jawab Umi Ana sambil memasak. Di Jalan Sepulang dari Mushola. Almaira berjalan bersama tiga temannya yang juga santriwati dari pondok pesantren Al Khidmah.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as bel ami
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status