KUNTILANAK MERAH
Ia menyalakan dupa, menyiram kloset, dan berbicara pelan:
> “Bu Partinah, saya Satto. Saya tahu Anda marah. Tapi dunia ini sudah berubah. Tisu bukan lagi simbol kesucian.”
> “Jika Anda ingin ketenangan... ijinkan saya menyiramkan air suci dan melepaskan tisu dari penderitaan.”
Tiba-tiba, tisu di dinding bergetar. Gulungan bergerak cepat, seperti hendak menyerang. Tapi sebelum melayang, Pak Satto menyemprotkan air kunyit dan menempelkan stiker bertuliskan:
> “Dilarang Masuk. Renovasi Spiritual Sedang Berlangsung.”