UNSPOKEN PAIN
Dia sekarang duduk di lantai, menarik laptop yang dibiarkan terbuka, menggeser kursor, dan munculah tulisan abstrak—bukan, cerita curhatan yang begitu panjang.
Matanya memindah dari satu kata ke kata yang lainnya.
Jumat, 13 SEPTEMBER.
{Layaknya sebuah musim, ketika sudah saatnya, maka semua akan mendapat giliran masing-masing.
Musim gugur telah usai, musim dingin sudah disambut, dan sekarang musim yang dinanti-nanti, musim semi. Pohon, bunga, seluruh tumbuhan yang hibernasi kembali berpulang dan siap memancarkan keindahan. Kupu-kupu siap bermetamorfosis demi menghisap nektar kesukaan, dan bunga itu dibuahi.}
Hot Chapters