KAMAR KEDUA
Beberapa menit kemudian, petugas itu menutup telepon.
“Validasi dinyatakan cukup, Pak. Kapal bisa diberangkatkan.”
Satria tidak langsung menjawab.
Ia menatap pria itu beberapa detik. “Lain kali,” katanya pelan, “kalau ada yang mau menyampaikan pesan, sampaikan langsung.” Ia berbalik tanpa menunggu jawaban.
Di luar, sirine pendek berbunyi.
Kapal perlahan bergerak meninggalkan dermaga. Angin laut meniup kemeja Satria, tapi wajahnya tetap dingin.