Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
NIKAH KONTRAK: Tuan Mantan, JANGAN BAPER!

NIKAH KONTRAK: Tuan Mantan, JANGAN BAPER!

Satu tangan bertumpu di pinggangnya, dagunya sedikit terangkat. Tatapannya menyapu seluruh ruangan dengan tenang, percaya diri, dan mendominasi. Seolah ia berkata tanpa kata “Aku kembali.” Detik berikutnya tepuk tangan meledak. Lebih keras. Lebih panjang. Lebih meriah dari sebelumnya. Beberapa bahkan berdiri sepenuhnya, memberikan standing ovation tanpa ragu. Liora menatap dari balik panggung dengan napas tertahan.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 113 Times as standing ovations
Read
+Library
Istri Gadai Marquess Kejam

Istri Gadai Marquess Kejam

teriak penonton dari barisan belakang, diikuti oleh hentakan kaki yang membuat panggung ikut bergetar. Hampir seluruh penonton di aula Teater Jordan berdiri secara serentak, memberikan penghormatan tertinggi. Sebuah standing ovation yang jarang sekali terjadi di distrik bawah. Di barisan paling depan, Lucien Montague pun tidak mampu menahan diri. Seolah digerakkan oleh kekuatan tak kasat mata, sang Marquess bangkit dari kursi VVIP-nya.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as standing ovations
Read
+Library
Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku

Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku

Lalu suara tepuk tangan meledak memenuhi seluruh aula. Gemuruhnya menggema hingga ke sudut ruangan. Beberapa orang bahkan berdiri dari kursinya, memberikan standing ovation tanpa ragu. Sorakan dan pujian terdengar bersahutan. Di layar siaran langsung, komentar melonjak deras hingga tak terbaca. Kalimat-kalimat kekaguman muncul bersamaan, menumpuk satu sama lain.
1056.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as standing ovations
Read
+Library
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

pikirnya. Namun kemudian, seorang penonton di barisan depan—seorang kakek tua Jepang yang memakai kimono formal—berdiri dan mulai bertepuk tangan pelan. Satu orang mengikutinya, lalu sepuluh, lalu seratus, hingga akhirnya seluruh Yoyogi National Gymnasium bergemuruh dalam standing ovation yang jauh lebih emosional daripada saat tim Korea tampil. Di pinggir panggung, Min-ho melihat ke arah layar monitor. Dia melihat wajah-wajah penonton yang menangis. Sesuatu yang teknologinya tidak pernah bisa lakukan.
887 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as standing ovations
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status