Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

Alfa. Ia berdiri di ujung koridor, bersandar pada dinding dengan ekspresi tenang yang selalu sama. Mata tajamnya menatap ponsel di tangan, tanpa peduli dengan hiruk-pikuk di sekitarnya. Ada sesuatu dalam caranya berdiri—seolah dunia tidak benar-benar menyentuhnya, seolah ia hidup dalam dunianya sendiri yang jauh dari jangkauan siapa pun. Dan di situlah letak daya tariknya.
845 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai still life of memories
Baca
+Pustaka
Unexpected Life

Unexpected Life

Ia terlihat tampan dengan menggeram ketika melihat pantulan wajah juga bibirnya. “Meńjijikkan!” Memori bagai suatu penampungan yang melekat dalam ingatan. Ia tak akan mudah dihapus walau kita mengalami kecelakaan sekalipun. Gudang memori akan terus muncul tanpa diundang ataupun disuruh. Ia juga tak bisa diperintah, mana yang mau kita lihat mana yang tidak. Cara kerjanya unik, sesuka hati.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai still life of memories
Baca
+Pustaka
Mencintai Memori Terkelam

Mencintai Memori Terkelam

Kenichi mendekatkan tangan Seika ke arah tangan laki laki pingsan tersebut. Akira dan anak buah Kenichi menatap semakin heran. Apa yang sebenarnya terjadi?. Seika tersentak ketika merasakan kulit dingin ditangannya lalu mulai menekan dan berkonsentrasi, ia bisa mempercerpat alur memori masa lalu orang yang disentuhnya jika ia berkonsentrasi tinggi, sehingga ia tidak begitu takut akan memori mengerikan yang masuk ke pikirannya, karena memori tersebut seperti kaset film yang dipercepat, kita mengetahui inti dari sebuah film namun tidak merasakan perasaan yang ingin disampaikan oleh film tersebut. Seperti itulah kira-kira yang dirasakan oleh Seika.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai still life of memories
Baca
+Pustaka
Life Must Go On

Life Must Go On

lanjut mami Audrey tertawa mendengar itu. “Nggak ada lagi Audrey yang dulu. Semua berubah mi. Dan Audrey rasa itu nggak perlu dijelasin.” Jelas Audrey Lama kelamaan, tatapan Audrey semakin mengabur. “Aud!” panggil mami sembari menggoyangkan tubuh Audrey Namun Audrey tidak lagi mendengar apapun. Pandangannya mulai menjadi gelap. Dan selanjutnya, dia sudah tidak tahu lagi apa yang terjadi.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai still life of memories
Baca
+Pustaka
Memories in High School

Memories in High School

Padahal, seharusnya remaja seusia Kiesha masih butuh masa depan yang panjang untuk meraih cita-cita mereka kelak. Pemakaman Kiesha telah selesai, kini geng Stranger bersama geng Alastar berkumpul di sebuah cafe. Suasana sedih masih mereka rasakan, sosok yang biasanya selalu ada untuk menengahi keributan, sosok yang selalu membuat suasana cerita. Ke depannya tidak akan mereka lihat lagi, berat rasanya kehilangan orang yang disayangi. "Cepet banget ya, Kiesha pergi. Padahal gue masih butuh dia," ucap Ratu dengan intonasi bicara sedihnya.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai still life of memories
Baca
+Pustaka
Memories

Memories

Setidaknya aku terlihat punya alasan jelas untuk menetap disana sendirian seperti seorang tanpa kehidupan, atau bisa kita sebut sebagai antisosial no life, Nolep. “Pfftt… kau benar benar seperti seorang nolep.” Suara seseorang menarik perhatianku yang duduk disana sendirian dan bermain ponselku. Deradl berjalan mendekat kearahku berada.
9.74.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai still life of memories
Baca
+Pustaka
Remember Me, BE!

Remember Me, BE!

Dia bisa 'bersembunyi' barang sejenak di sini. Jujur saja, dia lelah dengan semua ini. Hidup tanpa ingatan masa lalu sama saja dengan sia-sia, rasanya tak ada yang dapat diperjuangkan. Tak mungkin dia mengatakan memperjuangkan ingatan karena itu terlaku konyol. Jangankan para orang dewasa, anak kecil pun pasti akan mentertawakannya. Diva tertawa lirih, tawa yang terdengar sarkas. Dia mentertawakan dirinya yang seolah tak memiliki landasan berpikir dalam hidupnya.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai still life of memories
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status