Istri sebatas harapan
“Nisa, disini sampai sebetahnya kamu. Abang harus pergi ke Surabaya untuk cek outlet di sana. Hitung-hitung kamu temani Kakak sepupumu ini. Besok pagi Abang berangkat sama staf ke sana. Jangan sungkan, ya. Farid biar dia pusing sendiri, sudah sering Abang bilang, kan, untuk kalian pisah. Tidak akan ada perempuan yang betah dimadu atau menjadi madu kecuali ada tujuan lainnya, Nis.”
Aku hanya bisa mengangguk pasrah, Bang Aris bukan hanya seorang pengusaha sukses walau hanya ayam penyet, tetapi ia sering datang ke kajian-kajian ustad terkenal bersama Kak Jannah, mereka belajar bersama, saling paham dan mengerti jika konsep poligami yang sebenarnya bukan mencari yang lebih muda dan cantik, tetap
Hot Chapters